.post img{ opacity:0.5; filter:alpha(opacity=40); this.style.opacity=6; border-radius:8px; } .post img:hover{ opacity:100; filter:alpha(opacity=40); this.style.opacity=1; }

Minggu, 07 April 2013

Tata Cara dan bacaan Shalat

Hay sob,pada postingan kali ini sedikit saya ingin berbagi kepada para sobat yang mungkin masih awam tentang tata cara sholat yang baik atau pemula.Mudah-mudah ada manfaat nya.

 TATA CARA SHALAT

1. Berdiri tegak. 
Berdiri tegak ini bagi yang mampu. Apabila tidak mampu berdiri, karena sakit atau yang lainnya, boleh dikerjakan dengan duduk atau berbaring. Berdirinya harus menghadap ke kiblat yaitu menghadap ke Ka’bah. Oleh karena kita berada di Indonesia, maka kita menghadap ke barat. Jangan lupa, pandangan mata lurus ke tempat sujud. Kedua telapak tangan lurus di samping badan. Lalu membaca niat salat salat sesuai dengan salat yang akan dilakukan. Kalian sudah tahu niat salat fardu kan. Coba lafalkan niat salat yang telah kalian pelajari. 
2. Takbiratul Ihram 
Setelah siap, lakukan takbiratul ihram, yakni mengangkat kedua tangan sejajar bahu, dan jari-jarinya sejajar dengan telinga. Telapak tangan menghadap ke arah kiblat. Takbiratul ihram ini merupakan takbir pertama dalam gerakan salat dengan membaca takbir: اَللهُ اَكْبَرْ : Allah Maha Besar 
3. Bersedekap
Selesai mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, lalu kedua tangan diletakkan di atas dada atau perut. Tangan kanan menutup pergelangan tangan kiri. Bersedekap ini harus dilakukan dengan sempurna. Ketika bersedekap, kita membaca do’a iftitah, surat Al-Fatihah, dan surat lain dalam Al-Qur'an 
4. Membaca Doa Iftitah 
Membaca doa iftitah merupakan sunah salat. Bacaan doa iftitah sebagai berikut. Allahu Akbar. Kabira, walhamdu lillahi kasira. Wa subhanallahi bukratan wa asila. Inni wajjahtu wajhiya lillazi fataras samawati wal arda hanifam musliman wama ana minal musyrikin. Inna solati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin. La syarika lahu wabizalika umirtu wa ana minal muslimin. Artinya: ”Allah yang Maha agung lagi maha besar, segala puji yang begitu banyak hanya milik Allah, mahasuci Allah pada pagi hari dan sore hari. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan Pencipta seluruh langit dan bumi dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sesuatu pun yang menyekutui-nya. Demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim.” Bacaan iftitah dapat dengan membaca doa berikut. Allahumma ba’id baini wa baina khatayaya kama ba’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini min khatayaya kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Allahummag silni min khatayaya bil ma’i was salji wal barad. Artinya : “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, basuhlah kesalahanku dengan air, es, dan embun.” 
5. Membaca Surat Al-Fatihah
 Setelah selesai membaca do’a iftitah, kemudian membaca Surat Al-Fatihah. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Bismillahirrahmanirrahim اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ Alhamdulillahi rabbil ‘alamin الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Arrahmanir rahim مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ Maliki yaumid din إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ Iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in إِهْدِنَا الصِّّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ Ihdinas shiratal mustaqim صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِيْنَ Shiratal lazina an‘amta ‘alaihim, ghairil maghdubi ‘alaihim, waladh-dhallin Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 
6. Membaca surah-surah Al-Qur'an 
Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihah, kemudian kita membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an. Misalnya surat pendek seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Asr, atau surah lain yang telah kalian hafal. 
7. Rukuk 
Setelah selesai membaca salah satu surat pendek, kemudian kita melakukan gerakan rukuk. Rukuk dengan membungkukkan badan, tangan memegang lutut, pandangan mata ke tempat sujud. Dalam rukuk ini kita membaca : سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ x 3 Subhanaka rabbiyal azimi wa bihamdih 3x Artinya : Maha suci Tuhanku Yang Maha agung, dan segala puji baginya. سُبْحَانَك اَللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِي x 3 Subhanaka allahumma rabbana wa bihamdika allahummagfirli. 3x Artinya: Maha suci Engkau, wahai Tuhan, Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu, wahai Tuhan, berilah aku ampunan. 
8. Iktidal
Setelah selesai rukuk, gerakan berikutnya adalah iktidal, yaitu bangun dari rukuk, dengan berdiri tegak. Ketika bangun dari rukuk kita membaca سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ Sami’allahu liman hamidah Artinya : Allah mendengar orang memuji-Nya. Setelah selesai membaca kalimat tersebut, kemudian kita membaca bacaan berikut. رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموتِ وَ مِلْءُ اْلأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ Rabbana lakal hamdu mil’us samawati wa mil’ul ardi wa mil’u ma syi’ta min syai’in ba’du. Artinya: Wahai Tuhan kami, segala puji adalah milik-Mu, mencakup seluruh langit, dan seluruh bumi dan segenap yang Engkau kehendaki selain dari itu 
9. Sujud
Setelah iktidal, kemudian kita bersujud. Sujud dikerjakan dengan menempelkan dahi, kening, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jari kaki menyentuh lantai tempat sujud kita. Dalam sujud ini kita membaca:
 سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ x 3 Subhanaka rabbiyal azimi wa bihamdih 3x Artinya : Maha suci Tuhanku Yang Maha tinggi, dan segala puji baginya.
 سُبْحَانَك اَللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِي x 3 Subhanaka allahumma rabbana wa bihamdika allahummagfirli. 3x Artinya: Maha suci Engkau, wahai Tuhan, Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu, wahai Tuhan, berilah aku ampunan. 10. Duduk di antara dua sujud
 Setelah selesai sujud pertama, kemudian bangkit dari sujud lalu duduk di atas telapak kaki kiri. Jari kaki kanan masih menyentuh lantai, dengan diarahkan ke kiblat. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Duduk semacam ini disebut duduk iftirasy (duduk bersimpuh). Dalam duduk ini membaca doa sebagai berikut. رَبِّ اغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُُقْنيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي Rabbigfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini wa’fu ‘anni. Artinya : “Tuhan, ampunilah aku, kasihanilah aku, lindungilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki dan petunjuk, jadikan aku sehat, dan maafkan kesalahanku.” Setelah selesai duduk, kemudian dilanjutkan dengan sujud yang kedua. Bacaan sujud yang kedua sama dengan sujud yang pertama. 11. Duduk tasyahud awal 
Apabila salat yang kita kerjakan telah mendapat dua rakaat, maka setelah selesai sujud kedua, kemudian duduk. Duduk ini disebut duduk tasyahud pertama (tasyahud awal). Dalam duduk ini, jari telunjuk tangan kanan ditunjukkan, dan pandangan mata diarahkan ke ujung telunjuk kanan. Duduk tasyahud awal hanya ada pada salat yang jumlah rakaatnya 3 rakaat atau lebih yakni Zuhur, Asar, Magrib dan Isya. Sedangkan untuk salat subuh tidak terdapat duduk tasyahud awal, karena jumlah rakaatnya hanya dua. Ketika duduk tasyahud awal ini, membaca doa sebagai berikut.
 اَلتَّحِيَّاتُ ِللهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمَّدٍ.
 “At-Tahiyyatu lillah. Was-salawatu wat tayyibah. Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wa barakatuh. Assalamu ‘alaina wa ‘ala ibadillahis salihin. Asyhadu an la ilaha illallahu wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma salli ala muhammad, wa ala ali muhammad.” Artinya: “Segala ucapan penghormatan milik Allah, begitu pula segala karunia dan ucapan pengagungan. Semua pertolongan dan pemeliharaan untukmu, wahai Nabi, begitu pula karunia Allah, begitu pula semua karunianya. Segalaperlindungan dan pemeliharaan untuk kami dan hamba-hamba Allah yang salih. Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah., Tuhan yang tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya.” 
12. Duduk Tasyahud Akhir 
Duduk ini seperti duduk tasyahud awal. Duduk ini disebut juga duduk tawaruk yaitu seperti duduk iftirasy, tetapi telapak kakinya yang kiri dikeluarkan ke kanan, melalui bawah kaki kanan. Pantatnya sampai ke lantai. Telapak kaki kanan ditegakkan. Bacaan tasyahud akhir sama dengan bacaan pada tasyahud awal, ditambah dengan bacaan sebagai berikut.
 كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. 
Kama sallaita ‘ala ibrahim wa ‘ala ali ibrahim. Wa barik ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad. Kama barakta ‘ala ibrahim wa ‘ala ali ibrahim fil alamina innaka hamidum majid. 
Artinya: “Sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha agung. Ya Allah, berikanlah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha agung.”
Setelah selesai membaca tahiyat, kemudian dapat menambahkan dengan doa sebagai berikut.
 اَللَّهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
 “Allahumma inni a‘uzubika min azabi jahannama wa min azabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati wa min syarri fitnatil masihid dajjal.” 
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Dajjal.” 
13. Salam
 Nah, kita sudah sampai pada akhir rangkaian salat. Salam adalah menoleh ke kanan sampai pipi kanan terlihat dari belakang sambil membaca salam, dan menoleh ke kiri sampai pipi kiri terlihat dari belakang sambil membaca salam. Bacaan salam adalah sebagai berikut.
 اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ Assalamu’alaikum warahmatullah. Alhamdulillah, anak-anak semua sudah dapat mengerjakan salat. Sekarang, jangan lupa selalu mempraktikkan salat lima waktu tersebut. Jangan lupa salat ya. Harus rajin dong. Sebagai anak Islam tidak boleh meninggalkan salat. 11. Duduk tasyahud awal Apabila salat yang kita kerjakan telah mendapat dua rakaat, maka setelah selesai sujud kedua, kemudian duduk. Duduk ini disebut duduk tasyahud pertama (tasyahud awal). Dalam duduk ini, jari telunjuk tangan kanan ditunjukkan, dan pandangan mata diarahkan ke ujung telunjuk kanan. Duduk tasyahud awal hanya ada pada salat yang jumlah rakaatnya 3 rakaat atau lebih yakni Zuhur, Asar, Magrib dan Isya. Sedangkan untuk salat subuh tidak terdapat duduk tasyahud awal, karena jumlah rakaatnya hanya dua. Ketika duduk tasyahud awal ini, membaca doa sebagai berikut. اَلتَّحِيَّاتُ ِللهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمَّدٍ. “At-Tahiyyatu lillah. Was-salawatu wat tayyibah. Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wa barakatuh. Assalamu ‘alaina wa ‘ala ibadillahis salihin. Asyhadu an la ilaha illallahu wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma salli ala muhammad, wa ala ali muhammad.” Artinya: “Segala ucapan penghormatan milik Allah, begitu pula segala karunia dan ucapan pengagungan. Semua pertolongan dan pemeliharaan untukmu, wahai Nabi, begitu pula karunia Allah, begitu pula semua karunianya. Segalaperlindungan dan pemeliharaan untuk kami dan hamba-hamba Allah yang salih. Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah., Tuhan yang tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya.” 12. Duduk Tasyahud Akhir Duduk ini seperti duduk tasyahud awal. Duduk ini disebut juga duduk tawaruk yaitu seperti duduk iftirasy, tetapi telapak kakinya yang kiri dikeluarkan ke kanan, melalui bawah kaki kanan. Pantatnya sampai ke lantai. Telapak kaki kanan ditegakkan. Bacaan tasyahud akhir sama dengan bacaan pada tasyahud awal, ditambah dengan bacaan sebagai berikut. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. Kama sallaita ‘ala ibrahim wa ‘ala ali ibrahim. Wa barik ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad. Kama barakta ‘ala ibrahim wa ‘ala ali ibrahim fil alamina innaka hamidum majid. Artinya: “Sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha agung. Ya Allah, berikanlah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha agung.” Setelah selesai membaca tahiyat, kemudian dapat menambahkan dengan doa sebagai berikut. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. “Allahumma inni a‘uzubika min azabi jahannama wa min azabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati wa min syarri fitnatil masihid dajjal.” Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Dajjal.” 13. Salam Nah, kita sudah sampai pada akhir rangkaian salat. Salam adalah menoleh ke kanan sampai pipi kanan terlihat dari belakang sambil membaca salam, dan menoleh ke kiri sampai pipi kiri terlihat dari belakang sambil membaca salam. Bacaan salam adalah sebagai berikut. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ Assalamu’alaikum warahmatullah. Alhamdulillah, anak-anak semua sudah dapat mengerjakan salat. Sekarang, jangan lupa selalu mempraktikkan salat lima waktu tersebut. Jangan lupa salat ya. Harus rajin dong. Sebagai anak Islam tidak boleh meninggalkan salat. 14. Qunut Artinya : Ya Allah tunjukan aku sebagaimana mereka yang telah engkau tunjukan. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah engkau peliharakan.Berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya yang telah Engkau tentukan.Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hukum.Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin.dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi.Maha suci Engkau wahai Tuhan kami dan maha tinggi. Maka bagi Engkaulah segala pujian di atas apa yang Engu Hukumkan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera atas junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarga-Nya.